Komunikasi di Sekolah
Pengertian Komunikasi
Pengertian komunikasi menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau
berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami;
hubungan; kontak (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2005).
Pengertian komunikasi menurut para ahli.
Beberapa pandangan tokoh mengenai komunikasi. Komunikasi menurut Hovland,
Janis, dan Kelly menjelaskan komunikasi
adalah “the process by witch a individual (the communicator) transmits stimulus
(usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience). Komunikasi
menurut Beamer dan Varner dalam buku mereka yang berjudul Intercultural Communcation menyatakan
bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pendapat, pikiran, dan
perasaan kepada orang lain yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya. Komunikasi
menurut Raymond S. Ross seperti yang dikutip Nina (2011) memberikan pengertian
“a transactional process involving cognitive sorting, selecting, and sharing of
symbols in such a way to help another alicit from his own experiences a meaning
or responses similar that intended by the source” (Lindawati, 2014).
Manfaat
komunikasi. Manusia berkomunikasi pasti karena memiliki beberapa
alasan tertentu, diantaranya adalah sebagai berikut.
Manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan kehadiran
orang lain. Kontak komunikasi dengan sesama membuat manusia bisa menjaga
relasinya dengan orang lain. Jadi, interaksi sosial dengan sesama manusia yang
membuat manusia butuh berkomunikasi. Di sini, berkomunikasi dilakukan untuk
menjaga relasi.
Manusia berkomunikasi dengan orang lain
untuk menyampaikan pikiran, gagasan atau perasaannya. Informasi atau pesan (message)
dipertukarkan di antar sesamanya. Informasi tersebut dapat berupa informasi
faktual, konsep, dan informasi prosedural.
Komunikasi di
Sekolah
Komunikasi guru dan siswa. Richmond et al. (dikutip dalam
Iriantara & Syaripudin, 2013, h.
73-74) menyatakan bahwa:
interaksi guru dan siswa di kelas adalah
komunikasi pembelajaran (instructional
communication). Membelajarkan berarti membangun komunkasi efektif dengan
siswa. Oleh sebab itu, penting untuk diinsyafi oleh para guru, bahwa guru yang
baik adalah guru yang memahami bahwa komunikasi dan pembelajaran adalah dua hal
yang saling bergantung, yang lebih mementingkan apa yang siswa sudah pelajari
daripada apa yang sudah diajarkannya, dan yang terus menerus memilih dan
menentukan apa yang harus dikomunikasikan dan bagaimana cara
mengkomunikasikannya.
Komunikasi
sekolah dan keluarga. Komunikasi pihak sekolah tidak
hanya diperlukan antar guru dan siswa saja, tetapi juga antar sekolah dan
orangtua. Peran orangtua sangat diperlukan karena sekolah membutuhkan bantuan
orangtua untuk membantu menyusun program, memahami, dan membantu siswa dan
sekolah dalam menjalani kegiatannya. Menurut Casel (dikutip dalam Iriantara
& Syaripudin, 2013) ada beberapa cara meningkatkan komunikasi efektif
antara sekolah dan keluarga, yaitu: (a) komunikasi yang berpusat pada siswa,
(b) komunkasi konstruktif, (c) strategi dan panduan komunikasi yang konkret dan
jelas, dan (d) komunikasi yang berkesinambungan.
Komunikasi sekolah dan
masyarakat. (Iriantara &
Syarioudin, 2013) menjelaskan beberapa tahap dalam berkomunikasi dengan
masyarakat.
Setiap
sekolah pasti memiliki hubungan masyarakat (humas) yang membantu sekolah
berkomunikasi dengan masyarakat luar untuk menunjang kegiatan sekolah. Dalam
perencanaan humas, ada beberapa tahap yang dapat diterapkan: (a) menggunakan
berbagai hasil dan cara penilaian, (b) menetapkan sasaran dan tujuan humas, (c)
identifikasi publik sasaran, (d) identifikasi perilaku yang diharapkan dari
publik, baik publik internal maupun eksternal, (e) identifikasi apa yang bisa
dilakukan untuk mewujudkan perilaku yang diharapkan, dan (f) menuliskan rencana.
Komunikasi sekolah dan
pemerintah. Dalam perumusan
kebijakan akan selalu muncul beberapa perspektif atau kepentingan. Lembaga
kepentingan biasanya lebih melihat pendidikan dari perspektif proses
pembelajaran dan mutu pembelajaran. Institusi pemerintah melihat pendidikan
sebagai bagian dari proses penyiapan tenaga kerja, sedangkan orang tua melihat
pendidikan sebagai proses pendewasaan putra-putrinya agar siap menjalankan
peran sebagai manusia dewasa. Pada saat itu, perspektif yang berbeda
menunjukkan adanya perbedaan kepentingan. Dalam kondisi seperti ini, peran
humas sekolah atau lembaga pendidikan menjadi penting. Humas sekolah akan
menentukan strategi komunikasi dan strategi pesan yang mana yang akan
dijalankan untuk mengkomunikasikan kepentingan lembaga pendidikan dalam proses
pengambilan kebijakan.
Reference List
Pusat Bahasa Depdiknas
(2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia
(ed. 3). Jakarta: Balai Pustaka.
Iriantara &
Syaripudin (2013). Komunikasi Pendidikan.
Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Lindawati, R. D.
(2014, Agustus 5). Komunikasi intrapersonal sebagai pondasi komunikasi
interpersonal. Diunduh dari www.bppk.depkeu.go.id/publikasi/artikel/148-artikel-bea-dan-cukai/19683-komunikasi-intrapersonal-sebagai-pondasi-komunikasi-interpersonal
Jessica- 705140025
Jessica- 705140025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar