Selasa, 11 November 2014

Cara Mengembangkan Emosi pada Remaja

Cara Mengembangkan Emosi pada Remaja
Latar Belakang
     Emosi adalah sesuatu gambaran dari sifat manusia yang menunjukkan keberagaman perasaan dari setiap orang yang berbeda. Emosi sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang karena emosi menentukan bagaimana seorang individu berperilaku. Artikel berikut ini akan membahas secara singkat mengenai komponen, ciri-ciri, bentuk serta faktor dari emosi itu sendiri. Emosi juga memiliki perbedaan di setiap daerah yang ada karena tiap daerah memiliki norma yang berbeda. Berikut pemaparan mengenai emosi terutama pada remaja.

Pengertian Emosi
     Pengertian emosi menurut kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan emosi sebagai luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; keadaan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesenangan, keharuan, dan kecintaan, keberanian yang subjektif) (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2005). Menurut APA Dictionary of Psychology (2007) emosi adalah “a complex reaction pattern, involving experiental, behavioral, and physiological elements, by which the individual attemps to deal with a personally significant matter or event.” Kalimat ini menyatakan bahwa emosi
Pengertian emosi menurut handbook. Aristotle (384–322 B.C.) dalam bukunya, Rhetoric, mendefinisikan emosi sebagai berikut:
     as that which leads one’s condition to become so transformed that his judgment is affected, and which is accompanied by pleasure and pain. Examples of emotion include anger, fear, pity, and the like, as well as the opposites of these.
          Aristoteles yang dikutip dalam Handbook of Psychology (2008) menyatakan emosi yang menyebabkan kondisi seseorang untuk sangat berubah dan mempengaruhi keputusannya, dan ditambah dengan sakit dan kenikmatan. Contoh dari emosi adalah amarah, takut, kasihan, dan juga kebalikan dari emosi tersebut.

Komponen-komponen Emosi
     Dalam buku Danarjati, Murtiadi, Ratna (2013) membagi komponen emosi menjadi tiga, yaitu: (a) expression, biasa dilihat dari ekspresinya; (b) physiological change, emosi menimbulkan perubahan fisiologis yang permanen; dan (c) subjective state, emosi yang biasanya diikuti rasa takut dan cemas atau bergairah.

Ciri-ciri Emosi
     Menurut Danarjati, Murtiadi, dan Ratna (2013) mengungkapkan beberapa ciri-ciri emosi sebagai berikut: (a) pengalaman emosional yang bersifat pribadi, kehidupan emosional individu tumbuh dari pengalaman emosionalnya sendiri; (b) adanya perubahan aspek jasmaniah, pada saat individu menghayati suatu emosi maka terjadi beberapa perubahan pada aspek jasmaniah; (c) adanya perubahan aspek fisik; (d) emosi diekspresikan dalam perilaku, emosi yang dihayati oleh individu diekspresikan dalam perilaku terutama dalam ekspresi wajah dan suara; dan (e) emosi sebagai motif, mendorong individu untuk melakukan kegiatan apakah menjauh ataupun mendekati suatu obyek yang memberikan rangsangan emosional.

Bentuk-bentuk Emosi
     Meskipun emosi itu sedemikian kompleksnya, namun menurut Daniel Goleman (dikutip dalam Ali & Asrori, 2014, h. 63 ) terdapat sejumlah kelompok emosi seperti berikut: (a) amarah, di dalamnya meliputi brutal, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, rasa pahit, berang, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan, dan kebencian patologis; (b) kesedihan, di dalamnya meliputi pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihani diri, kesepian, ditolak, putus asa, dan depresi; (c) rasa takut, di dalamnya meliputi cemas, takut, gugup, khawatir, waswas, perasaan takut sekali, sedih, waspada, tidak tenang, ngeri, kecut, panik, dan fobia, (d) kenikmatan, di dalamnya meliputi bahagia, gembira, ringan puas, riang, senang, terhibur, bangga, kenikmatan indrawi, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi, girang, senang sekali, dan mania; (e) cinta, di dalamnya meliputi penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, dan kasih sayang; (f) terkejut, di dalamnya meliputi terkesiap, takjub, dan terpana; (g) jengkel, di dalamnya meliputi hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, dan mau muntah; dan (h) di dalamnya meliputi rasa bersalah, malu hati, kesal hati, menyesal, hina, aib, dan hati hancur lebur.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi
     Perubahan jasmani. Taraf permulaan pertumbuhan hanya terbatas pada bagian-bagian tertentu saja yang mengakibatkan postur tubuh mejadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan tubuh ini sering mempunyai akibat yang tak terduga pada perkembangan emosi remaja. Hormon-hormon tertentu mulai berfungsi sejalan dengan perkembangan alat kelaminnya sehingga dapat menyebabkan rangsangan di dalam tubuh remaja dan seringkali menimbulkan masalah dalam perkembangan emosinya (Ali & Asrori, 2014).
     Perubahan pola interaksi dengan orang tua. Pola asuh orang tua terhadap remaja sangat bervariasi. Ada yang pola asuhnya menurut yang dianggap terbaik oleh dirinya sendiri saja sehingga ada yang bersifat otoriter, memanjakan anak, acuh tak acuh, tetapi ada juga yang penuh cinta kasih. Perbedaan pola asuh orang tua sepeeti ini dapat berpengaruh terhadap perbedaan perkembangan emosi remaja (Ali & Asrori, 2014).
     Perubahan interaksi dengan teman sebaya. Faktor yang sering menimbulkan masalah emosi pada masa ini adalah hubungan dengan teman lawan jenis. Pada masa remaja tengah, biasanya remaja benar-benar mulai jatuh cinta dengan teman lawan jenisnya. Gejala ini sebenarnya sehat bagi remaja, tetapi tidak jarang juga menimbulkan konflik atau gangguan emosi pada remaja jika tidak diikuti dengan bimbingan orang tua atau orang yang lebih dewasa. Gangguan emosional yang mendalam dapat terjadi ketika cinta remaja tidak terjawab atau karena pemutusan hubungan cinta dari satu pihak sehingga dapat menimbulkan kecemasan bagi orang tua dan remaja itu sendiri (Ali & Asrori, 2014).
     Perubahan pandangan luar. Ali dan Asrori (2014) menyatakan ada beberapa pandangan luar yang dapat menyebabkan konflik emosional dalam diri remaja, yaitu: (a) sikap dunia luar terhadap remaja sering tidak konsisten, (b) dunia luar atau masyarakat masih menerapkan nilai-nilai yang berbeda untuk remaja laki-laki dan perempuan, (c) seringkali kekosongan remaja dimanfaatkan oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab.
     Perubahan interaksi dengan sekolah. Pada masa anak-anak, sekolah merupakan tempat pendidikan yang diidealkan oleh mereka. Para guru merupakan tokoh yang sangat penting dalam kehidupan mereka karena selain tokoh intelektual, guru juga merupakan tokoh otoritas bagi para peserta didiknya. Oleh karena itu, tidak jarang anak-anak lebih percaya, lebih patuh, bahkan lebih takut kepada guru daripada kepada orangtuanya. Posisi guru semacam ini sangat strategis apabila digunakan untuk pengembangan emosi anak melalui penyampaian materi-materi yang positif dan konstruktif (Ali & Asrori, 2014).

Emosi dalam Budaya Tertentu
     Menurut Niedenthal, Krauth-Gruber, dan Ric (2006) dalam budaya tertentu, seseorang ditentukan dari hubungannya dengan kelompok sosial. Emosi sangat mendukung agar kita dapat melakukan norma yang ada, karena itu, emosi memberi sinyal keadaan saling bergantungan dan meningkatkan hubungan harmonis seperti contohnya simpati, rasa malu, rasa bersalah. Hal-hal tersebut dapat ditetapkan sebagai peraturan tersembunyi dari emosi yang dapat menghalangi hubungan dengan sesama, seperti contohnya kebanggaan atau kemarahan.

Simpulan
    Dalam artikel yang sudah dibahas diatas, dapat kita ketahui apa yang dimaksud dengan emosi. Emosi adalah suatu ekspresi perasaan tertentu dari setiap orang berbeda yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Ciri-ciri emosi dan bentuk emosi juga terdapat berbagai macamnya seperti yang disebutkan diatas. Emosi memiliki beberapa komponen seperti expression, physiological change, dan subjective state. Emosi juga disebabkan oleh beberapa faktor tertentu seperti perubahan jasmani, perubahan pola interaksi dengan orang tua, perubahan interaksi dengan teman sebaya, perubahan pandangan luar, perubahan interaksi dengan sekolah. Emosi setiap daerah yang memiliki kebudayaan tertentu juga memiliki perbedaan nilai yang memiliki norma tertentu. Emosi pada awalnya bersumber dari dalam diri sendiri, bukan dari dalam diri orang lain. Emosi berasal dari bagaimana seorang individu mengontrol diri dan perasaannya untuk membentuk emosi yang mempengaruhi perilaku.


Daftar Pustaka

Ali, M., & Asrori, M. (2014). Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Danarjati, D. P., Murtiadi, Ratna, A. (2013). Pengantar psikologi umum (edisi 1). Jakarta: Graha Ilmu.
Lewis, M., Haviland-Jones, J. M., Barrett, L. F. (Eds.). (2008). Handbook of emotions (3rd ed.). New York, NY: The Guilford Press.
Niedenthal, P. M., Krauth-Gruber, S., & Ric, F. (2006). Psychology of emotion: Interpersonal, experiental, and cognitive approaches. New York, NY: Psychology Press.
Pusat Bahasa Depdiknas (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (ed. 3). Jakarta: Balai Pustaka.
VandenBos, G. R. (2007). APA dictionary of psychology. Washington, DC: American Psychological Association.


Rabu, 05 November 2014

Latihan 17 Penulisan Ilmiah JESSICA 705140025

Komunikasi di Sekolah
Pengertian Komunikasi
     Pengertian komunikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2005).

Selasa, 07 Oktober 2014

FILSAFAT PSIKOLOGI

Filsafat adalah hasil pemikiran manusia yang mencari sesuatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dalam penyelidikannya, filsafat memang bertentangan dengan yang dialami manusia, karena tak ada pengetahuan jika tidak bersentuhan lebih dahulu dengan panca indera, sedangkan ilmu yang hendak mempelajari hasil penginderaaan itu tidak mungkin mengambil keputusan dengan menjalankan pikiran, tanpa menggunakan dalil dan hukum pikiran yang tidak mungkin dialaminya. Bahkan pikiran manusia itu ada serta mampu mencapai bagaimana budi manusia dapat mencapai kebenaran itu.

Jumat, 26 September 2014

KEBEBASAN

  • Jiwa dan Kebebasan:
    • Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya.
    • Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak beb.
    • Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas.
    • Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanism.

MANUSIA dan AFEKTIVITASNYA

  •  Kekayaan dan Kompleksitas Manusia:
o   Yang membedakan manusia dengan tumbuhan: afektivitasnya.
o   Afektivitas yang membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dengan orang lain, mendorong org untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
o   Cara hadir kita di dunia diperdalam oleh afektivitas.
o   Afektivitas termasuk kegiatan yang kompleks.
o   Seluruh kehidupan afektif berputar pada dua kutub yang bertentangan satu sama lain: mengarah pada obyek karena menyukainya, atau berpaling darinya karena menganggapnya buruk. Cinta = buah afektivitas positif, benci= buah afektivitas negatif. Sebenarnya cintalah yang paling dasariah.

Kamis, 25 September 2014

FILSAFAT MANUSIA

  •  Filsafat Manusia adalah:
o   Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia
o   Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia
o   Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia.
o   Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.

ETIKA dan MORAL

Etika dapat disebut juga filsafat moral (moral philosophy). Secara Etimologis, berasal dari kata Yunani Ethos (watak).Sedangkan Moral berasal dari kata Latin: Mos (tunggal), Moris (jamak) artinya kebiasaan. Jadi etika atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kesusilaan. Obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia yang dilakukan secara bebas dan sadar. Obyek formal dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

Selasa, 23 September 2014

LOGIKA

Logika berasal dari bahasa Yunani, Logikos yaitu sesuatu yang diungkapkan lewat bahasa.
Secara umum, Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas aturan formal serta kriteria yg sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.

CRITICAL THINKING


  • Berpikir Kritis menurut tokoh adalah:
    • Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati/memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu (Chaffee, 1990).
    • Pemeriksaan/pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengintrepetasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu perspektif baru (Strader, 1992).

Senin, 22 September 2014

KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)

Fallacia adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tetapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.

SILOGISME

Silogisme adalah suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis2) disimpulkan suatu putusan baru. Bila premis benar, maka simpulannya benar.

Minggu, 21 September 2014

SUBJEKTIVISME dan OBJEKTIVISME

SUBJEKTIVISME

  • Ciri pendekatan Subjektivisme:
    • Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus (kepercayaan istimewa). misalnya sejarah, kepercayaan lain, dsb.
    • Pengalaman subjektif (kokoh terjamin) sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi (intuisi) diri sendiri.
    • Prinsip subjektif tentang alasan cukup, karena pengalaman bersifat personal, benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari subjek,
  • Dalam kenyataan hidup diri sebagai subjek yang bukan hanya penahu (knower), tapi juga sebagai pelaku (agen) tidak bisa mengandaikan adanya "yang lain" baik sebagai objek pengetahuan dan kegiatannya maupun sesama objek dalam dialog.

EPISTEMOLOGI

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Episteme (pengetahuan) dan Logos (kata/ilmu/pembicaraan). Adalah teori pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh manusia.

KONFIRMASI, INFERENSI, KONSTRUKSI TEORI

KONFIRMASI

Secara Etimologi, Konfirmasi berasal dari bahasa Inggris Confirmation: penegasan, memperkuat.

Jumat, 19 September 2014

KEBENARAN

Dalam kehidupan kita sehari-hari sering mendengar ungkapan: "meskipun kebenaran itu mahal harganya saya akan tetap menegakkannya. Saya rela mati untuk membela kebenaran." Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kebenaran itu sangatlah penting dan berharga bagi kita. Kebenaran sebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologis.
Secara umum, kebenaran biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan atau dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Suatu pengetahuan atau pernyataan disebut benar jika sesuai dengan kenyataan. Dengan demikian, kenyataan menjadi suatu ukuran penentu penilaian.

Rabu, 17 September 2014

METAFISIKA

Secara Etimologis Metafisika berasal dari kata Meta ta physika (sesudah fisika). Istilah Andronikos dari Rhodes untuk 14 buku Aristoteles yang ditempatkan sesudah fisika sebanyak 8 buku. Aristoteles sendiri menyebut filsafat pertama (metafisika) dan dilsafat kedua (fisika).

PEMBAGIAN FILSAFAT

Pada tahapan awal, filsafat mencakup seluruh ilmu pengetahuan, lalu makin rasional dan sistematis yang juga disebabkan karena pengetahuan manusia makin luas dan bertambah banyak, tetapimakin khusus. Karena masalah pokok filsafat makin banyak, maka perlu dibagi sesuai kelompok permasalahan yang disebut dengan cabang filsafat.

AKSIOLOGI


  • Aksiologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Axios (nilai) dan Logos (ilmu). Aksiologi merupakan cabang Filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi juga merupakan ilmu yang membicarakan tujuan  ilmu pengetahuan itu sendiri.
  • Surisumantri menyatakan bahwa aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.
  • Aksiologi adalah :
    • Kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai, khusunya etika.
    • Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusia.
    • Merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis.

Senin, 15 September 2014

APAKAH ITU FILSAFAT?


  • Etimologi 'filsafat' adalah dari bahasa Yunani yaitu philosophia. Philos artinya kekasih/sahabat dan sophia artinya kebijaksaan/kearifan/pengetahuan. Secara harafiah, philosophia berarti mencintai kebijaksanaan/sahabat pengetahuan.

Biodata Diri dan Kelompok

Halo para pembaca semua, selamat datang di blog ini. Untuk memulai blog ini, Alangkah baiknya bila saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya adalah Jessica Maria. Lahir di Jakarta, 10 April 1996. Saya adalah seorang anak tunggal di keluarga saya. Status saya saat ini dapat dilihat dari profile picture saya :). Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Tarumanagara, mengambil Jurusan Psikologi. (705140025).

Di blog ini, saya akan membahas mengenai materi filsafat bersama dengan teman-teman kelompok saya yang lainnya. Kami tergabung dalam sebuah kelompok bernama Descartes Duro. Kami terdiri dari 6 orang yang terdiri dari Michael (ketua), Jessica, Angelica, Vania, Chintya Lucy, dan Inke Ayu. Kami berharap kami dapat memberikan yang terbaik dalam blok filsafat ini.


 Sekian perkenalan dari saya. Semoga blog ini dapat bermanfaat. Silahkan kunjungi blog saya kapan saja dan berikan komentar Anda semua. Terima kasih ya :)