Rabu, 17 September 2014

AKSIOLOGI


  • Aksiologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Axios (nilai) dan Logos (ilmu). Aksiologi merupakan cabang Filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi juga merupakan ilmu yang membicarakan tujuan  ilmu pengetahuan itu sendiri.
  • Surisumantri menyatakan bahwa aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.
  • Aksiologi adalah :
    • Kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai, khusunya etika.
    • Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusia.
    • Merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis.


  • Manusia memiliki pengetahuan yang cukup luas dan pengetahuan itu diharapkan memiliki aspek tepat bagi guna bagi pemiliknya. Aksiologi memberikan jawaban untuk pengetahuan yang berupa ilmu yang digunakan dan bagaimana kaidah antara cara pengetahuan tersebut dengan kaidah nilai.
  • Nilai yang dimaksud dalam aksiologi adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai.
  • Aksiologi dibagai dalam dua bagian:
    • Etika (Filsafat Etika): mengkaji tentang prinsip dan konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia dan digunakan untuk membedakan hal, perbuatan, atau manusia lainnya. Etika sebagai filsafat memuat pendapat, norma, istilah moral dan digunakan sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
    • Estetika (Filsafat Keindahan): mengkaji prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni, mengkaji tujuan seni, peranan rasa alam pertimbangan estetika, dan berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena disekelilingnya.
FAKTA dan NILAI
  • Aksiolog membedakan "yang ada" dengan nilai. Untuk menjelaskan lebih jauh apa itu nilai, perlu dibedakan dengan fakta.
  • Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata, berlangsung begitu saja, ditemui dalam konteks deskripsi, dan dapat dilukiskan secara objektif.
  • Nilai adalah sesuatu yang berlaku, sesuatu yang memikat/menghimbau kita, dan berperan dalam suasana apresiasi.
  • Dan fakta selalu mendahului nilai. Lebih dulu fakta baru penilaian kita.
  • Tiga ciri-ciri nilai:
    • Nilai berkaitan dengan subjek.
    • Nilai tampil dalam konteks praktis.
    • Nilai menyangkut sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.
  • Macam-macam nilai:
    • Nilai ekonomis
    • Nilai Estetika
  • Nilai Moral dapat diperoleh bila diikutsertakan dalam tingkah laku moral. Kejujuran sebagai nilai moral menjadi kosong apabila tidak diikutsertakan dengan nilai lain seperti ekonomis.
  • Ciri-ciri nilai moral:
    • Berkaitan dengan tanggung jawab kita sebagai manusia yang dapat diwujudkan dalam perbuatan sepenuhnya.
    • Berkaitan dengan hati nurani.
    • Bersifat mewajibkan.
    • Bersifat formal (tidak ada nilai moral yang 'murni' terlepas dari nilai lain.
  • Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa untuk menerimanya, walau bertentangan dengan hasrat kecenderungan dan kepentingan pribadi kita.
  • Nilai dibagi dalam empat kelompok:
    • Nilai yang menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan terdapat dalam objek yang perpadanan dengan makhluk yang punya indera.
    • Nilai vitalitas - perasaan halus, kasar, luhur, dll.
    • Nilai rohani - seperti pada nilai estetika (bagus/jelek, benar/salah) tidak terikat pada masalah inderawi.
    • Nilai religius - kudus dan tidak kudus menyangkut objek absolut.
  • Hierarki dalam pengelompokkan nilai-nilai tersebut:
    • Nilai vital lebih tinggi dari kesenangan
    • Nilai rohani lebih tinggi dari nilai vital
    • dsb...
  • Nilai bukan merupakan benda atau unsur dari benda, melainkan sifat, kualitas yang dimiliki objek tertentu yang dikatakan 'baik'.
  • Nilai dikatakan objektif apabila nilai tidak tergantung subjek atau kesadaran yang menilai. Kebenaran tidak bergantung pada kebenaran individu melainkan pada objektivitas fakta.
  • Nilai subjektif apabila subjek berperan dalam memberikan penilaian, kesadaran manusia menjadi tolak ukurnya (memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia).
  • Peranan nilai bagi kita:
    • Merupakan objek sejati bagi tindakan manusia.
    • Mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan.
    • Menata hubungan sosial dalam masyarakat.
    • Memperkuat identitas kita sebagai manusia.

sumber materi: PPT yang disampaikan saat kuliah

2 komentar: