- Silogisme Kategoris: Premis dan simpulan adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
- cth: M - P Perbuatan jahat itu haram
- S - M Menghina itu adalah perbuatan jahat
- S - P Maka, emghina itu haram
- Silogisme Kategori tunggal mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term, S, P, M.
- Bentuk-bentuk silogisme kategori tunggal:
- M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. (premis minor harus sebagai penegasan, sedang premis mayor bersifat umum).
- cth: M - P Setiap mahasiswa harus belajar
- S - M Raymond adalah mahasiswa
- S - P Jadi, Raymond harus belajar
- M menjadi P dalam premis mayor dan minor. (salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum).
- cth: P - M Lingkaran adalah bentuk bundar
- S - M Segitiga bukan bentuk bundar
- S - P Segitiga bukan lingkaran
- M menjadi S dalam premis mayor dan minor. (premis minor harus berupa penegasan dan simpulan bersifat partikular).
- cth: M - P Mahasiswa itu orang dengan tugas belajar
- S - M Ada mahasiswa yang orang bodoh
- S - P Jadi, sebagian orang bodoh itu orang dengan tugas belajar
- M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor. (premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan partikular).
- cth: P - M Filsafat itu pelajaran
- M - S Semua pelajaran menambah wawasan ilmu
- S - P Jadi, sebagian yang menambah wawasan ilmu itu filsafat
- Silogisme Kategoris Majemuk mempunyai premis sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
- Epicherema: Silogisme yang salah satu/kedua premis disertai alasan.
- cth: Semua arloji bermutu adalah arloji mahal, karena sukar pembuatannya
- Arloji Guess itu adalah arloji baik, karena selalu tepat dan awet.
- Jadi, arloji Guess adalah arloji mahal.
- Enthymema: Silogisme yang dalam penalaran tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. Salah satu premis/simpulan dilampaui, disebut juga silogisme disingkat.
- cth: Jiwa manusia adalah rohani. Jadi, tidak akan mati. (vrs. singkat).
- Yang rohani itu tidak akan mati
- Jiwa manusia adalah rohani
- Maka, jiwa manusi tidak akan mati
- Polisilogisme: Deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme lainnya.
- cth: Seseorang yang jarang berolahraga, lebih mudah sakit
- Seseorang yang sibuk berkerja pasti jarang berolahraga
- Jadi, seseorang yang sibuk bekerja lebih mudah sakit
- Sorites: Silogisme yang premisnya lebih dari dua.
- cth: Orang yang tidak dapat mengendalikan keinginannya, menginginkan seribu satu barang
- Orang yang menginginkan seribu satu barang, banyak sekali kebutuhannya
- Orang yang banyak sekali kebutuhannya, tidak tenteram hatinya.
- Jadi, orang yang tidak mengendalikan keinginannya, tidak tenteram hatinya
sumber materi: PPT yang dijelaskan saat kuliah berlangsung oleh Bapak Carolus
Blognya bagus bangetttt, indah dan kreatif, ada lagunya pula, mantap abis deh nih, 95 buat Jessica, hahaha
BalasHapusMenarik banget blognya. 90 nilainya jessica :D
BalasHapuspenjelasannya bener-bener singkat padat dan jelas! hahahaha 90 jeess!!!
BalasHapus