Rabu, 17 September 2014

METAFISIKA

Secara Etimologis Metafisika berasal dari kata Meta ta physika (sesudah fisika). Istilah Andronikos dari Rhodes untuk 14 buku Aristoteles yang ditempatkan sesudah fisika sebanyak 8 buku. Aristoteles sendiri menyebut filsafat pertama (metafisika) dan dilsafat kedua (fisika).


  • Beragam arti metafisika:
    • Upaya mengkarakterisasi realitas sebagai keseluruhan.
    • Usaha menyelidiki apakah hakikat yang berada dibalik realitas.
    • Pembahasan falsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada. (arti umum).
  • Pembagian Metafisika:
    • Metafisika Umum (Ontologi).
    • Metafisika Khusus (Kosmologi, Teologi Metafisik, Filsafat Antropologi).
METAFISIKA UMUM (ONTOLOGI)
  • Membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu.
  • Tiga teori ontologis:
    • Idealisme - ada sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam indrawi hanyalah bayangan dari yang sesungguhnya..
    • Materialisme - menolak hal yang tidak kelihatan. Ada yang sesungguhnya adalah yang keberadaannya semata-mata material. Realitas ilaha alam kebendaan.
    • Dualisme - tipe fundamental substansi adalah materi (fisis) dan mental (tidak terlihat secara fisis). Harus dibedakan dengan monisme dan pluralisme.
METAFISIKA KHUSUS (TEOLOGI METAFISIK)
  • Kosmologi berasal dari kata Kosmos (dunia/ketertiban) dan Logos (kata/ilmu) yang berarti percakapan tentang alam/ketertiban paling fundamental dari seluruh realitas.
  • Kosmologi memandang alam sebagai totalitas dari fenomena. Yang disoroti: ruang dan waktu, perubahan, kebutuhan, keabadian dengan metode rasional.
  • Teologi Metafisik dikenal dengan Theodicea yang membahas kepercayaan pada Allah ditengah realitas kejahatan yang merajalela di dunia.
  • Tokoh Anselmus, Descartes, Thomas Aquinas, I. Kant membuktikan Allah ada dengan bukti rasional yaitu:
    • Argumen Ontologis - semua manusia punya ide tentang Allah.
    • Argumen Kosmologis - setiap akibat punya sebab. Penyebab adanya dunia adalah Tuhan.
    • Argumen Teologis - segala sesuatu ada tujuannya, pengatur tujuan adalah Tuhan.
    • Argumen Moral - dasar sumber moralitas adalah Tuhan. 
  • Filsafat Stoa - segala sesuatu dijadikan oleh kekuatan ilahi/kekuatan alam. Spinoza melihat segala sesuatu yang ada adalah Allah. Skeptisisme meragukan Allah. 
  • David Hume - Hume menolak Allah dan kebenaran agama. 
  • L. Feuerbach - religi tercipta oleh hakekat manusia sendiri, yaitu egoisme.
  • F. Nietzche - konsep Allah dalam agama kristen sudah buruk, Allah dianggap lemah. Ia berkesimpulan bahwa Allah sudah mati.
  • Sigmund Freud: ada tiga fungsi Allah, yaitu:
    • penguasa alam.
    • agama mendamaikan manusia dengan nasibnya yang mengerikan.
    • Allah menjaga agar ketentua/peraturan budaya dilaksanakan.

sumber materi: PPT yang disampaikan saat kuliah

2 komentar: